Daftar Blocker — Butuh Akses / Izin / Keputusan Pihak Ketiga
Platform: AHU AI (OCR + LLM extractor/classifier — PT, PP, Apostille/Legalisasi)
Disusun: 2026-07-27
Untuk: DBA AHU/SABH · DevOps/Infra · Legal & Compliance · Vendor · Pihak eksternal lain
Ringkasan: 3 yang paling menghambat sekarang → (1) GRANT database registry spesimen, (2) keputusan LB/WAF + host backup, (3) review legal UU PDP.
1. DBA AHU / SABH — akses database
1.1 🔴 GRANT untuk registry spesimen Apostille (paling cepat dieksekusi)
| Server | 192.168.72.33 port 3306 (MariaDB/MySQL) |
| Database | v1_appapos (registry spesimen ±132.000 pejabat) |
| Diminta | Akses read-only dari host 192.168.83.20 (server staging/GPU) |
| Sifat akses | Hanya SELECT / SHOW VIEW — aplikasi tidak pernah menulis ke registry |
Dampak selama belum ada: pencarian & auto-match pejabat penanda tangan tidak mengembalikan hasil apa pun dari staging → semua signer keluar sebagai UNMATCHED, sehingga alur verifikasi Apostille tidak bisa dijalankan end-to-end.
Temuan teknis (sudah diuji, bukan dugaan): grant di server ini terikat per-IP asal. Hasil uji koneksi nyata dari dua titik:
| User | Dari sandbox dev (egress 103.30.246.154) |
Dari host staging 192.168.83.20 |
|---|---|---|
bht-abi |
✅ berhasil (40 tabel terlihat) | ❌ ACCESS DENIED |
bht-team |
❌ ACCESS DENIED | ✅ berhasil (40 tabel terlihat) |
bht-ai |
❌ ACCESS DENIED | ❌ ACCESS DENIED |
Jadi polanya konsisten dan wajar (grant host-scoped). Yang perlu dikonfirmasi hanya baris bht-ai (lihat 1.2).
1.2 🔴 Klarifikasi akun bht-ai
Akun bht-ai yang diberikan ditolak dari kedua host (ER_ACCESS_DENIED_ERROR — penolakan di tahap autentikasi, TCP & handshake MySQL normal). Password yang dipakai sama persis dengan yang sudah terbukti berhasil untuk bht-abi dan bht-team di server yang sama, jadi ini bukan masalah password. Varian nama (bht_ai, bhtai, bht-AI) juga ditolak.
Perlu dikonfirmasi DBA: apakah akun bht-ai sudah dibuat di server tersebut, dan apakah sudah ada GRANT untuk host yang relevan — khususnya 192.168.83.20, host yang benar-benar dipakai layanan staging/produksi.
1.3 🟡 Sumber spesimen tanda tangan NOTARIS
Belum ada sumber data spesimen tanda tangan notaris (SABH belum tersambung untuk keperluan ini). Konsekuensinya verifikasi tanda tangan notaris tidak bisa dijalankan sama sekali — berbeda dari pejabat Apostille yang registry-nya sudah ada. Perlu keputusan: sumber data mana yang dipakai, dan bagaimana aksesnya.
2. DevOps / Infra — server & jaringan
Rujukan lengkap (spesifikasi + matrix firewall) ada di dokumen permintaan sebelumnya: 2026-07-09-devops-server-request-2.md.
2.1 🔴 Host backup (ahu-backup-01)
Saat ini tidak ada target backup sama sekali — nol recovery story untuk TimescaleDB (store audit/PII) maupun Postgres OCR/chatbot begitu berisi data notarial & identitas nyata. Item ini sudah muncul di tiga audit berturut-turut dan belum pernah terprovisioning.
- Spesifikasi: 4–8 vCPU / 8–16 GB / disk multi-TB yang bisa diperbesar (mulai ~2 TB).
- Jaringan: internal-only, tanpa jalur dari DMZ/internet (postur isolasi setara zona DWH).
- Arah trafik: push keluar dari
ahu-gov-01&ahu-int-01→ backup target. Backup target tidak pernah menjangkau ke dalam. - Catatan: jangan di-co-locate dengan
ahu-gov-01— kalau host itu mati, primary dan backup hilang bersamaan.
2.2 🔴 Keputusan LB/WAF
Perlu keputusan: pakai managed cloud LB/WAF (preferensi di dokumen permintaan) atau host on-prem khusus ahu-lb-01 (4–8 vCPU / 8–16 GB / 50–100 GB SSD) yang hanya memfrontkan ahu-dmz-01.
⚠️ Penting: nginx yang saat ini memfrontkan staging (103.30.246.154) adalah server pribadi Efran yang dipinjam sementara — bukan infrastruktur milik proyek. Tidak layak jadi edge produksi (kalau pinjaman berakhir, produksi ikut mati; tidak ada jaminan kepemilikan/akses).
Ini blocker khusus untuk cutover chatbot publik ke produksi. Layanan internal tidak terpengaruh.
2.3 🟡 Jaringan & akses baseline
- Firewall rules tambahan sesuai matrix di request #2 (default-deny, allow eksplisit).
- VLAN/subnet terpisah per zona di mana memungkinkan.
- SSH key-only — 6 host MVP saat ini masih mengizinkan password auth.
- Rate limiting di edge — WAF saja tidak menahan pola abuse ter-skrip ke endpoint chatbot; perlu rate limit per IP/session di titik edge apa pun yang dipilih.
2.4 ⚪ Heads-up (belum diminta sekarang)
- CI runner di dalam VPN — akan dibutuhkan jika deploy pindah dari manual ke otomatis (runner GitHub-hosted tidak bisa menjangkau jaringan ini). Dicatat agar tidak mengejutkan nanti.
- Duplikat tier HA (control-plane ke-2, pasangan DMZ, standby DB) — menyusul setelah MVP single-instance stabil.
3. Legal & Compliance — UU PDP No. 27/2022
Platform ini memproses KTP, NPWP, dan data akta notaris untuk fungsi registri badan hukum Kementerian Hukum — data pribadi, berskala besar, menyentuh kategori dokumen identitas.
- 🔴 Review kepatuhan UU PDP — masa transisi UU sudah berakhir 17 Oktober 2024, jadi eksposur hukumnya sudah aktif sekarang, bukan tenggat yang akan datang.
- 🔴 Transfer data lintas negara — panggilan synthesis chatbot ke Alibaba Cloud DashScope (China) mengirim isi pertanyaan pengguna (berpotensi memuat data pribadi) ke yurisdiksi tanpa penilaian adequacy, kemungkinan besar tanpa safeguard/consent, dan tanpa kewajiban pelaporan transfer (Permenkominfo 20/2016 Pasal 22). Ini mengubah keputusan "tidak ada LLM eksternal di produksi" dari preferensi arsitektur menjadi kewajiban kepatuhan.
- 🔴 Penunjukan DPO — UU mewajibkan pada pemrosesan skala besar / kategori sensitif. Perlu konfirmasi: apakah AHU/kementerian sudah punya DPO untuk mandat yang lebih luas, atau platform ini perlu sendiri.
- 🟡 Kebijakan retensi — ledger audit platform bersifat append-only (anti-tamper, dilindungi trigger database). Ini bentrok dengan hak penghapusan / prinsip pembatasan penyimpanan PDP. Perlu keputusan kebijakan retensi + prosedur penghapusan yang terotorisasi & terekam, bukan penonaktifan kontrol secara ad-hoc.
Sanksi: administratif s/d 2% pendapatan tahunan, plus potensi pidana s/d 6 tahun untuk pelanggaran serius.
4. Vendor / Lisensi
- 🟡 Azure Document Intelligence (container on-prem) — konfirmasi bahwa lisensinya mencakup penggunaan produksi/komersial pada volume yang direncanakan, bukan hanya PoC/evaluasi. Mudah terlewat karena sudah berjalan on-prem dan "terasa" self-hosted, tetapi tetap produk Microsoft berlisensi.
- ⚪ Vendor concentration (catatan, bukan blocker) — PaddleOCR, Azure DI, dan stack vLLM sama-sama bergantung pada kelangsungan vendor/proyek masing-masing.
5. Pihak eksternal lain
- 🟡 Security review / penetration test sebelum go-live — internal atau eksternal. Mengingat sensitivitas data + eksposur PDP di atas, jauh lebih murah dilakukan proaktif daripada setelah insiden memaksa.
- 🟡 SME (ahli materi) untuk golden Q&A set — konten evaluasi kualitas RAG harus divalidasi ahli; yang ter-ship sekarang masih
verified:false, jadi gate regresi belum bisa diandalkan sepenuhnya. - 🟡 Keputusan pembeli (KLH) — finalisasi paket deal engine OCR untuk Kementerian Lingkungan Hidup.
Lampiran — status yang TIDAK butuh pihak ketiga
Supaya jelas batas mana yang bisa kami jalankan sendiri:
- SABH region DB (
192.168.72.102/AHU_BADAN_HUKUM) — sudah beres pakaibht-read, grant mencakup kedua server, koneksi langsung tanpa tunnel. - SIMPADHU/SIMPONI billing (verifikasi voucher fast-track) — jalan read-only lewat user yang sama.
- Gateway, Observatory, dashboard, cache admin, GPU telemetry — semuanya sudah live dan terverifikasi, tidak menunggu pihak luar.